
loading…
Kairat memastikan tiket ke fase grup setelah bermain imbang tanpa gol dalam dua leg melawan Celtic. Baik di Glasgow maupun di Almaty, duel berjalan sengit hingga harus ditentukan lewat adu penalti.
Di momen krusial itu, eksekutor Kairat tampil lebih dingin. Alyaksandr Martynovic, Ofri Arad, dan Yegor Sorokin sukses menunaikan tugas, sementara tiga penendang Celtic gagal memanfaatkan peluang, termasuk Daizen Maeda yang menjadi penendang terakhir. Stadion Ortalyq pun bergemuruh merayakan kemenangan yang terasa seperti trofi tersendiri.
Didirikan pada 1954, Kairat Almaty dikenal sebagai salah satu klub tertua sekaligus paling bersejarah di Kazakhstan. Mereka pernah berkompetisi di Liga Uni Soviet hingga 1991 sebelum kemudian menjadi bagian dari Liga Kazakhstan setelah negara itu merdeka.
Kairat bermarkas di Stadion Ortalyq, Almaty, dengan kapasitas lebih dari 23 ribu penonton. Klub berjuluk Kairattsy ini memiliki basis suporter fanatik yang setia mengikuti perjalanan tim, meski jarang terdengar di kancah Eropa.