
loading…
Attha datang dengan modal dari hasil keringatnya sendiri. Ia mengumpulkan uang dari hadiah berbagai turnamen yang dijuarainya / Foto: Ist
Salah satunya adalah Jisrel Elfiano Lumoindong, atlet cilik dari Manado, Sulawesi Utara. Ini adalah kali ketiga Jisrel mengikuti audisi setelah mencoba pada 2022 dan 2023.
Terinspirasi oleh sang kakak, Aurellia, yang sudah berhasil menjadi atlet PB Djarum, Jisrel optimis bisa melangkah lebih jauh tahun ini. “Tahun ini saya kembali berjuang di Kudus dan optimis meraih Super Tiket. Saya ingin mengikuti jejak kakak,” ujar peserta yang masih berusia 10 tahun ini.
Perjuangan gigih juga ditunjukkan Natthania Alaika Djamal, atau akrab disapa Attha. Setelah gagal di tahap karantina tahun lalu, atlet asal Denpasar, Bali, ini kembali ke Kudus dengan tekad yang bulat.
Menariknya, Attha datang dengan modal dari hasil keringatnya sendiri. Ia mengumpulkan uang dari hadiah berbagai turnamen yang dijuarainya. “Kegagalan tahun lalu membuat saya semakin giat berlatih. Hadiah yang saya dapat selalu saya tabung supaya bisa kembali ke Kudus tahun ini dan mewujudkan mimpi,” kata Attha.