
loading…
Dokter Tifa menyebut ilusi transparansi untuk meyakinkan publik terhadap enam spesimen ijazah milik mantan Presiden Jokowi yang dikeluarkan selama isu ijazah palsu mencuat. Foto/Jonathan Simanjuntak
Dokter Tifa menjelaskan spesimen ijazah pertama dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Sigit Sunarta. Setelahnya lima spesimen lainnya kemudian terbit, misalnya dari Kader PSI Dian Sandi hingga yang ditampilkan oleh Dirtipidum Bareskrim Polri.
Baca juga: Refly Harun: SP3 Eggi Sudjana Berarti Laporan Terhadap Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa Juga Dicabut
“Jadi artinya sudah ada 6 versi, kita tunggu versi ke-7 dan ke-8 dari KPU Surakarta dan KPU Jakarta,” ungkap Tifa kepada wartawan, Senin (16/2/2026).
Tifa menambahkan seluruh spesimen itu disebutnya sebagai perilaku ilusi transparansi. Lewat cara itulah publik dipaksa untuk meyakini Jokowi memiliki ijazah asli dari UGM.
“Ini adalah perilaku ilusi transparansi. Kelihatannya transparan pada tanggal 20 Oktober 2022 transparan, dekan menunjukan ijazah, kemudian transparan lagi Dirtipidum menunjukan ijazah, transparan lagi Dian sandi, kemudian juga di KPU ini semua adalah ilusi transparansi. Kita semua dipaksa untuk meyakini bahwa semua versi dari ijazah tersebut adalah asli,” tutur dia.