loading…
Akar persoalan banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta berbagai wilayah lainnya bukanlah semata-mata cuaca ekstrem melainkan ulah manusia yang merusak lingkungan. Foto: Dok Sindonews
Menurut Rektor Universitas UMMI Bogor itu, analisis ilmiah dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa faktor cuaca seperti siklon tropis hanya menyumbang sekitar 20 persen terhadap terjadinya banjir besar. Sisanya yakni 80 persen berasal dari aktivitas manusia berupa alih fungsi lahan, pembalakan liar, hingga tata ruang yang amburadul.
Baca juga: Kunjungi Korban Bencana di Aceh Tamiang, Prabowo: Jaga Alam, Jangan Tebang Pohon
“Kalau pejabat terus-menerus menyalahkan cuaca, maka kita tidak pernah menyentuh akar persoalan. Padahal, data ilmiah sudah lama menjelaskan bahwa perusakan lingkungan adalah penyebab utama,” ujar Rokhmin, Jumat (12/12/2025).
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri itu juga mengungkapkan kondisi hutan di Indonesia yang kian kritis. Tutupan hutan di Sumatera dilaporkan turun di bawah 25 persen, sementara Jawa hanya menyisakan sekitar 17 persen.