loading…
Eggi Sudjana memberikan keterangan di Terminal IIF Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (16/1/2026). Dia bertemu Jokowi bukan untuk meminta maaf melainkan menegakkan kebenaran. Foto: Noerman Hasnugara
Ditemui di Terminal IIF Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (16/1/2026), Eggi menyampaikan beberapa poin penting terkait pertemuannya dengan Jokowi di Solo beberapa hari lalu.
Baca juga: Sangkal Eggi Sudjana Dapat Rp100 Milliar Usai Bertemu Jokowi, Pengacara: Sangat Menyakitkan
Dia menegaskan tidak benar kalau dirinya mengajukan restorative justice (RJ) lebih dulu. RJ itu kesepakatan. “Nggak bisa saya mohon. Nggak bisa juga Jokowi yang mohon. Yang benar begini, dalam dialog saya dengan Jokowi, dalam perspektif dua sisi, pertanyaannya bagaimana konflik batil dan benar selesai dengan kedamaian,” ujar Eggi.
Dalam konstruksi ajaran Islam, kebatilan pasti akan lenyap apabila kebenaran datang. Namun, selama ini yang belum ditempuh adalah cara untuk menampilkan kebenaran itu sendiri.
Eggi menekankan penyelesaian konflik antara kebenaran dan kebatilan tidak bisa hanya bersifat normatif, tapi harus ditempuh dengan metode tepat dalam Islam metode tersebut yakni dialog dan tabayun.
“Kebenaran yang dimaksud adalah penetapan dirinya sebagai tersangka yang dianggap tidak sesuai prosedur hukum,” ujar Eggi.