Politikus Bermental Rampok Memicu Penjarahan Demokrasi, Bukan Jaga Amanah Rakyat



loading…

Founder Restorasi Jiwa Indonesia Syam Basrijal mengatakan, fenomena politikus rakus bermental perampok memicu penjarahan demokrasi. Mereka menjadikan demokrasi ajang mencari kekuasaan demi memperkaya diri sendiri. Foto: Ist

JAKARTA – Fenomena politikus rakus bermental perampok memicu penjarahan demokrasi. Mereka menjadikan demokrasi sekadar ajang mencari kekuasaan demi bisa memperkaya diri sendiri, bukan mengabdi sekaligus menjaga amanah rakyat sesuai amanat konstitusi.

Founder Restorasi Jiwa Indonesia Syam Basrijal mengatakan, politik seharusnya lahir dari semangat pengabdian dan menjadi jalan mulia dalam membangun bangsa. Namun, kenyataannya ada segelintir politikus yang justru menunjukkan perilaku sebaliknya.

Baca juga: Prabowo Peringatkan Maling Mazhab Serakahnomics: Tunggu Tanggal Mainnya!

“Politikus bermental rampok hadir bukan untuk melayani, melainkan menjarah. Demokrasi dijadikan pintu emas untuk memperkaya diri bukan sebagai wadah suci menjaga kepentingan rakyat,” ujar Syam, Sabtu (20/9/2025).

Berbagai janji kampanye yang diucapkan hanyalah mantera pemikat hati rakyat. Ketika kursi kekuasaan sudah digenggam, orientasi yang muncul bukan pelayanan melainkan kerakusan.

“Mental rampok ini tidak mengenal kata cukup. Mereka memandang kekuasaan sebagai lahan garapan dan anggaran negara sebagai kue rampasan yang harus diperebutkan,” katanya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *