
loading…
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi sorotan anggota DPR RI Matindas J Rumambi. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
Berdasarkan laporan media dan data resmi, lanjut dia, luasan kebakaran hingga tanggal 5 Februari 2026 telah mencapai sekitar 128 hektare. Titik api masih aktif di lereng-lereng gunung di wilayah Desa Avulua dan sekitarnya yang sangat sulit dijangkau oleh petugas pemadam kebakaran.
Baca juga: Tinjau Penanganan Karhutla di Kalbar, Kapolri: Titik Api Terus Menurun
Fenomena kebakaran yang terus meluas ini tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan dan kehilangan lahan produktif masyarakat, tetapi juga memicu masalah kesehatan publik akibat asap.
Anggota Komisi VIII dari Fraksi PDIP itu menegaskan bahwa percepatan penanganan karhutla di Parigi Moutong harus dilakukan secara terpadu dengan memprioritaskan pemadaman titik api aktif. Apalagi kondisi geografis dan cuaca kemarau berkepanjangan memperparah penyebaran api sehingga penanganannya makin kompleks.
“Kami menyoroti masalah keterbatasan peralatan pemadaman, BPBD harus mengupayakan water bombing untuk wilayah yang sulit dijangkau, serta percepatan rekayasa cuaca guna membantu peningkatan curah hujan di area rawan kebakaran,” tegasnya.