Optimalkan Ekowisata Dibandingkan Industri Ekstraktif



loading…

Masyarakat Indonesia kembali gaduh akibat keputusan kontroversial pemerintah. Kali ini, terkait operasi tambang di Raja Ampat yang kini kembali beroperasi. Banyak pihak menilai pemerintah seharusnya dapat mengoptimalkan ekowisata. Foto: Ist

JAKARTA – Masyarakat Indonesia kembali gaduh akibat keputusan kontroversial pemerintah. Kali ini, terkait operasi tambang di Raja Ampat yang viral beberapa waktu lalu dan kini kembali beroperasi.

Banyak pihak menilai pemerintah seharusnya dapat mengoptimalkan ekowisata dibandingkan terus mendorong kebijakan ekonomi ekstraktif yang justru merusak alam Indonesia.

Anggota Komisi VII DPR Evita Nursanty menegaskan perlindungan ekosistem harus menjadi prioritas utama. “Intinya, kita ingin kelestarian ekosistem Raja Ampat tetap terjaga karena hal itu menjadi tulang punggung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kita menghendaki izin tambang yang diberikan dievaluasi total,” ujar Evita, Senin (29/9/2025).

Baca juga: Ekosistem Mangrove Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Ekowisata

Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia menyatakan bahwa ketergantungan masyarakat Indonesia terkait industri ekstraktif pada akhirnya menunjukkan bagaimana miskinnya imajinasi pemerintahan dalam membangun ekonomi Indonesia.

“Seakan tidak ada jalan lain, pemerintah terus bergantung pada industri ekstraktif, padahal ini hanya menunjukkan miskinnya imajinasi pemerintahan dalam membangun ekonomi Indonesia yang adil dan berkelanjutan. Ini adalah bentuk pengkhianatan pemerintah terhadap komitmen iklim Indonesia sekaligus memperdalam krisis ekologis yang mengancam negeri ini,” ujar Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Arie Rompas.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Ricky Avenzora juga mengkritisi terkait keputusan pemerintah yang lebih mengedepankan industri ekstraktif ketimbang ekowisata.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *