
loading…
Kongres X Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) menyatukan dualisme kepemimpinan. Foto: Istimewa
Kongres ini punya arti strategis karena menjadi ruang penyelesaian dinamika internal organisasi, khususnya dualisme kepemimpinan yang sebelumnya berkembang. Dualisme yang dipimpin oleh Saiful Salim dan Fahmi Namakule akhirnya dapat disatukan melalui mekanisme konstitusional organisasi, dengan mengedepankan kepentingan Permahi di atas kepentingan kelompok maupun personal.
Kedua poros kepemimpinan tersebut melalui proses dialog, rekonsiliasi, dan kesepahaman bersama sepakat melebur dalam satu barisan demi menjaga muruah organisasi serta memastikan keberlanjutan Permahi ke depan. Penyatuan inilah yang kemudian melahirkan kepemimpinan baru yang diterima secara kolektif, yakni terpilihnya Azhar Sidiq S sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Permahi Periode 2026-2028.
Baca juga: DPN Permahi Ajak Semua Pihak Selamatkan Demokrasi Indonesia