
loading…
Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK), Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan mantan Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menghadiri Forum Perdamaian Internasional Daring Peace-International Meeting for Peace di Roma, Italia. Foto: Ist
Kehadiran mereka bukan sekadar simbol partisipasi diplomatik melainkan pancaran dari sebuah kesadaran bahwa Indonesia memiliki modal moral yang relevan di tengah dunia yang gamang oleh konflik, ekstremisme, serta ketimpangan global. Tiga suara itu yakni politik, spiritualitas, dan ekonomi bersatu dalam satu pesan yakni perdamaian sejati lahir dari keberanian untuk mempercayai manusia lain.
Baca juga: JK Diminta Fasilitasi Perdamaian Palestina dengan Israel
JK membuka forum dengan nada yang tegas namun menenangkan. Dia berbicara bukan dengan jargon diplomasi melainkan dengan bahasa nurani yang lahir dari pengalaman. “Perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang,” ujar JK di hadapan ratusan pemuka agama dan kepala negara.
“Dia adalah keberanian untuk meletakkan senjata baik fisik maupun ideologis lalu memilih jalan dialog, keadilan, dan solidaritas,” lanjutnya.
JK berbicara dari pengalaman panjangnya sebagai mediator konflik di Poso dan Aceh. Dia pernah melihat bagaimana dendam bisa meluluhlantakkan tatanan sosial, tapi juga menyaksikan bagaimana hati yang bersedia mendengar dapat menyembuhkan luka.