
loading…
KH. Said Aqil Siroj dan KH. Abdussalam Shohib. Foto/Istimewa
Menurut dia, saat ini NU berada pada momentum krusial untuk melakukan koreksi dan penataan arah kepemimpinan. “Dinamika internal PBNU dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari ketegangan struktural, melemahnya konsolidasi, hingga polemik yang berdampak pada persepsi publik, menuntut solusi kepemimpinan yang bersifat menyeluruh, meneduhkan dan berjangka panjang,” katanya, Selasa (3/2/2026).
Dalam konteks itu, kata dia, diskursus mengenai pasangan KH. Said Aqil Siroj sebagai Rais Aam PBNU dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang Jawa Timur KH. Abdussalam Shohib sebagai Ketua Umum PBNU mengemuka.
Baca juga: Muktamar NU dan Jalan yang Lurus
“Diskursus tersebut tidak dimaksudkan sebagai kampanye personal, melainkan sebagai ikhtiar intelektual-kultural untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu menyelesaikan persoalan mendasar Nahdlatul Ulama,” katanya.