Indonesia Bisa Ambil Peran sebagai Mediator Aktif



loading…

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan perang Iran vs Amerika-Israel yang tengah terjadi merupakan perang hibrida dengan elemen asimetrik. Foto/X/@lucaciarrocca

JAKARTA – Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel versus Iran hingga kini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Perang hibrida yang melibatkan elemen asimetrik ini harus disikapi dengan cermat.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan perang yang tengah terjadi merupakan perang hibrida dengan elemen asimetrik yang kuat yaitu perang menggabungkan teknik perang konvensional dan perang informasi untuk mengalahkan musuhnya.

Baca juga: Perang Membara, Trump Ungkap Produsen Senjata AS akan Melipatgandakan Produksi Senjata

“Perang ini menggabungkan konfrontasi militer konvensional langsung, penggunaan proksi, perang siber, dan sabotase. Dalam perang hibrida juga ada suatu aktivitas yang merupakan perang kognitif dan informasi,” ujar Nuning, panggilan akrabnya, Sabtu (7/3/2026).

“Contohnya dunia media atau media sosial (medsos) kita bisa lihat bermunculannya penggiringan opini maupun berita hoaks terkait informasi kejadian perang dengan berbagai tujuan,” sambungnya.

Mantan anggota Komisi l DPR ini mengingatkan masyarakat harus berhati-hati membaca dari Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK), sebuah istilah yang marak digunakan untuk menggambarkan ancaman konten negatif di media sosial yang berpotensi memecah belah persatuan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *