Haedar Nashir Ajak Umat Jadikan Ramadan sebagai Kanopi Sosial



loading…

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta supaya di tengah perbedaan awal puasa Ramadan 1447 H, umat Islam menyikapinya dengan cerdas dan tasamuh. Foto/Dok.Muhammadiyah

JAKARTA – Umat Islam di seluruh dunia memulai puasa Ramadhan 1447 H dengan waktu mengawali puasa masih akan berbeda baik di Indonesia maupun di dunia Islam. Hal itu sering terjadi dan menjadi sesuatu yang biasa.

Masalahnya, jika umat Islam belum memiliki satu kalender tunggal, kemungkinan besar akan terus terjadi perbedaan untuk penetapan hari-hari besar Islam. Oleh karena itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta supaya di tengah perbedaan itu umat Islam menyikapinya dengan cerdas dan tasamuh.

Baca juga: Ketum Muhammadiyah Prof Haedar Nashir Terpilih Menjadi Tokoh Perbukuan Islam 2025

“Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri,” kata Haedar dikutip Rabu (17/2/2026).

Perbedaan harus disikapi dengan arif bijaksana. Terlebih, puasa itu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan takwa, baik peningkatan takwa untuk pribadi maupun kolektif. Jadi, lanjut Haedar, fokuskan pada hal substantif sebagaimana puasa bagi setiap muslim benar-benar menggapai ketaqwaan dalam wujud menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta menghadirkan kebaikan hidup serba utama.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *