Hadapi Ancaman Siber, Pertahanan Indonesia Didorong Beradaptasi



loading…

Indonesia menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas nasional. Foto/istimewa

JAKARTA – Indonesia menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas nasional. Untuk itu pertahanan nasional harus mampu beradaptasi.

Gangguan pada jaringan listrik, serangan terhadap sistem perbankan, hingga kebocoran data layanan publik menunjukkan keamanan siber telah menjadi bagian penting dari ketahanan nasional.

Direktur Spentera Royke L. Tobing menegaskan ketahanan siber hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor. “Kami menyoroti strategi perlindungan infrastruktur vital seperti energi, ICS dan SCADA, risiko AI, serta tantangan digital di masa mendatang. Seluruh rangkaian agenda dirancang untuk menegaskan pentingnya langkah cepat dan kolaborasi dalam menghadapi ancaman digital yang terus berkembang,” kata Royke, Kamis (11/12/2025).

Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik

Royke menjelaskan, kerentanan terjadi pada infrastruktur energi, khususnya jaringan listrik Jawa–Bali yang menyuplai lebih dari 60% kebutuhan nasional. Penggunaan perangkat lama tanpa pembaruan, protokol SCADA minim enkripsi, serta antarmuka sistem yang masih terhubung ke internet menjadi celah yang berpotensi dieksploitasi pihak asing maupun kelompok kriminal.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *