
loading…
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan pentingnya tradisi haul untuk mengenang perjuangan seorang ulama yang bukan saja berkhidmat untuk pesantren melainkan bangsa dan negara. Foto/Istimewa
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, para kiai, ulama, serta ribuan alumni dan santri. Gus Muhaimin hadir dan memberikan sambutan mewakili Pengasuh Pesantren Denanyar, KH. Abdussalam Shohib, beserta keluarga besar pesantren.
Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan dan para alumni yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bersama-sama mendoakan para masyayikh. “Haul ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keilmuan, keikhlasan, dan perjuangan para pendiri pesantren, khususnya Mbah KH. Bisri Syansuri,” ujarnya.
Baca juga: Buku Indonesiaku 2045: Orkestrasi Pembangunan SDM Indonesia Berkelanjutan Resmi Diluncurkan
Ia menambahkan, KH. Bisri Syansuri merupakan sosok ulama besar yang mewariskan keteladanan dalam keilmuan, akhlak, dan pengabdian kepada umat. “Mbah Bisri mengajarkan kepada kita semua arti istiqomah dalam menuntut ilmu, kesetiaan pada perjuangan ulama, serta keberanian menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah dengan penuh kebijaksanaan. Warisan inilah yang harus terus kita rawat dan amalkan dalam kehidupan berbangsa dan beragama,” katanya.
Gus Muhaimin juga berharap seluruh hadirin mendoakan keluarga besar Pesantren Denanyar dapat melanjutkan jejak perjuangan Mbah Bisri, serta istiqomah sebagai santri para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama, dan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.