Chromebook Tak Menjawab Kebutuhan Sekolah



loading…

Program digitalisasi pendidikan melalui pengadaan Chromebook yang diinisiasi mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim terus menuai polemik tajam. Foto/Zyrex Indonesia

JAKARTA – Program digitalisasi pendidikan melalui pengadaan Chromebook yang diinisiasi mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim terus menuai polemik tajam. Bukannya memajukan kualitas belajar, ribuan unit laptop tersebut dilaporkan tidak berfungsi optimal, sulit dioperasikan, hingga berujung pada pengusutan kasus korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah.

Chromebook dianggap tidak sesuai dengan realita kebutuhan sekolah di Indonesia sebagaimana temuan di lapangan dan testimoni dari tenaga pendidik. Seorang Kepala Sekolah di Bali Wayan Agus Kabiana mengungkapkan bahwa akses perangkat ini sangat terbatas bagi siswa.

“Chromebook ini aksesnya terbatas. Untuk siswa SD, tidak bisa bebas digunakan seperti laptop biasa. Akhirnya hanya dipakai untuk ANBK dan sesekali olimpiade saja,” ujar Wayan saat dihubungi wartawan, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim di Kasus Korupsi Laptop Chromebook



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *