
loading…
Konferensi pers pemulangan Adrian Asharyanto Gunadi, tersangka utama dalam kasus penghimpunan dana masyarakat. Foto/Rikhi Ferdian.
Deputi Komisioner Hukum dan Penyidikan OJK Yuliana menjelaskan, penangkapan ini adalah hasil koordinasi erat dengan pihak Interpol Mabes Polri. Sementara, untuk penegakan hukumnya OJK telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung RI dan akan menjerat tersangka dengan pasal berlapis termasuk Undang-Undang Perbankan dan Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
“Dengan ancaman hukuman hingga 5 sampai 10 tahun penjara,” tegasnya saat konfrensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (26/9/2025).
Baca Juga: OJK Sempurnakan Aturan OJK Checking untuk Kepentingan Pasar Modal
Dia mengungkapkan, modus operandi Adrian Asharyanto Gunadi dalam menjalankan aksinya yakni dengan menggunakan PT Investree Randhika Jaya (Investree) dan PT Putra Radhika Investama sebagai kedok untuk menghimpun dana ilegal sejak Januari 2022 hingga Maret 2024. Ironisnya, dana tersebut justru digunakan untuk kepentingan pribadi dengan total kerugian mencapai Rp2,75 triliun.