
loading…
Kepala BRIN Arif Satria. Foto: Dok BRIN
Melalui pertemuan dengan Kedutaan Besar Uruguay, Kuba, dan Australia pada pekan ini, Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan bahwa BRIN tidak hanya melanjutkan kerja sama yang telah berjalan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru. Adapun peluang kolaborasi baru yang dijajaki ialah pada bidang agrikultur, bioekonomi, hingga pengembangan vaksin.
Arif menuturkan, belum ada kerja sama sebelumnya antara BRIN dengan Uruguay. Sehingga dari hasil diskusi dengan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia H.E Cristina González, terdapat potensi kolaborasi riset yang difokuskan pada pertanian dan peternakan, khususnya pengembangan teknologi.
Baca juga: BRIN Petakan Ekosistem Komoditas Produk Tembakau
“Kerja sama BRIN–Uruguay berpotensi difokuskan pada kolaborasi riset pertanian dan peternakan, termasuk teknologi produksi ramah iklim, smart farming, serta pengembangan varietas pangan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. BRIN juga terbuka memperluas kerja sama di bidang strategis lain sesuai prioritas nasional,” katanya, Rabu (25/2/2026).
BRIN, kata dia, telah menjalin kerjasama ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dengan Kuba lewat Cuban Ministry of Science, Technology and Environment (CITMA) sejak 2024. Prioritas dalam kerja sama ini meliputi banyak bidang, di antaranya energi baru dan terbarukan, elektronik dan informatika termasuk AI, ilmu penerbangan dan antariksa, hingga ilmu bumi dan kelautan.