
loading…
Foto: Doc. Istimewa
Hal ini terjadi akibat penumpukan darah di dalam pembuluh darah karena katup vena yang seharusnya menjaga aliran darah ke jantung mengalami kerusakan atau melemah.Penyebab utama varises adalah rusaknya atau melemah katup di dalam pembuluh darah vena, yang menyebabkan darah mengalir kembali dan menumpuk di vena
Bahayanya, sekitar 60 persen penderita varises adalah perempuan, menurut Dokter Bedah Vaskular Yuliardy Limengka menyebutkan, banyak dari mereka tidak menyadari kondisi ini hingga muncul gejala yang mengganggu.
Yuliardy mengatakan Varises tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi masalah kesehatan serius yang lebih banyak dialami oleh wanita.
Dia menjelaskan Varises adalah pelebaran dan kerusakan pembuluh darah vena, umumnya terjadi di kaki, akibat gangguan aliran darah balik ke jantung. Darah yang menggenang ini kemudian memicu pembengkakan, perubahan warna kulit, hingga luka kronis, borok jika tidak ditangani. Menurut dia, faktor hormonal memegang peranan besar dalam tingginya prevalensi varises pada wanita.
“Setiap bulan, wanita mengalami fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang memengaruhi elastisitas pembuluh darah. Kondisi ini diperparah saat kehamilan, di mana lonjakan hormon membuat pembuluh darah lebih mudah melebar,” jelas Yuliardy.
Selain itu, sambung Yuliardy, saat hamil terjadi tekanan besar di area perut yang menghambat aliran darah dari kaki ke jantung. Akibatnya, darah tertahan di tungkai bawah dan memperbesar risiko munculnya varises.
Ia mengatakan, kehamilan berulang juga meningkatkan risiko. Wanita yang telah melahirkan lebih dari tiga anak berada dalam kategori berisiko tinggi.
“Setiap kali hamil, tekanan pada vena meningkat. Jika ini terjadi berulang, pembuluh darah semakin lemah dan akhirnya rusak permanen,” tambah Yuliardy.
Selain faktor biologis, ia menyebut gaya hidup modern wanita turut memperburuk kondisi. Penggunaan sepatu hak tinggi dalam waktu lama, meskipun terlihat modis, ternyata berdampak buruk pada kesehatan pembuluh darah kaki.
“High heels membatasi gerakan otot betis. Padahal, otot betis berperan penting sebagai pompa darah alami menuju jantung. Kalau tidak aktif bergerak, darah tertahan di kaki dan berpotensi menyebabkan varises,” jelasnya.