
loading…
Pola tidur selama Ramadan berubah karena adanya sahur dan ibadah malam. Foto/Istimewa.
Meskipun memang pola tidur selama Ramadan berubah karena adanya sahur dan ibadah malam.
“Aku tahu beberapa dari kita memilih ‘balas dendam’ tidur selama Ramadan pas libur dengan tidur berjam-jam, terutama setelah subuhan. Tapi ingat, jangan melebihi total 9 jam dalam sehari,” tulisnya.
Baca juga: Agnez Mo Tampil Elegan Pakai Gamis Putih saat Bukber di Dubai, Calon Tren Lebaran 2026
Rizal menjelaskan bahwa tidur berlebihan maupun kurang tidur sama-sama berdampak pada kesehatan, khususnya risiko kardiovaskular dan metabolik. Menurutnya, berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan antara durasi tidur yang tidak ideal dengan peningkatan risiko gangguan jantung, metabolisme, hingga kualitas hidup secara umum.
Ia memberi contoh, jika seseorang sudah tidur 4 jam pada malam hari, lalu bangun untuk sahur dan salat Subuh, kemudian kembali tidur di pagi hari, maka durasi tidur tambahan sebaiknya tidak lebih dari 5 jam agar totalnya tidak melampaui 9 jam dalam sehari.
Baca juga: Ratusan Penerbangan Dibatalkan, Meisya Siregar Deg-Degan Jelang Transit di Dubai