
loading…
Gerakan hemat eergi bisa dimulai dari dapur. Foto: Coooking
Menurut Harry, memasak sendiri justru menjadi pilihan paling efisien dibandingkan membeli makanan dari luar. “Memasak sendiri adalah bentuk paling hemat energi. Jika membeli makanan, ada tambahan konsumsi energi dari kendaraan, aplikasi, hingga proses memasak di restoran,” ujarnya saat diwawancarai di Jakarta, Minggu (5/4).
Ia menegaskan bahwa dapur menjadi titik krusial dalam penghematan energi, terutama dalam penggunaan gas. Strategi sederhana seperti memasak cepat dengan api besar, menghindari proses memasak berulang, serta memanfaatkan alat alternatif seperti pemanas air listrik dinilai efektif menekan konsumsi energi.
Dalam praktiknya, Harry melihat masih banyak kebiasaan boros energi di masyarakat. Salah satunya adalah penggunaan satu jenis kompor untuk semua proses, mulai dari merebus air hingga menghangatkan makanan.
Baca Juga : Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Dunia, Kita Harus Hemat Energi
“Untuk air, sebaiknya gunakan pemanas listrik, sementara makanan bisa dipanaskan dengan microwave agar lebih efisien,” jelasnya.
Melalui Komunitas Jalansutra, ia juga mendorong masyarakat kembali ke kuliner Indonesia yang dinilai lebih hemat energi. Selain itu, diversifikasi pangan dan penggunaan bahan fermentasi seperti tempe, tauco, dan terasi menjadi solusi karena dapat mengurangi kebutuhan proses pemanasan panjang.