
loading…
Propan Raya kembali menunjukkan konsistensinya dalam mendukung dunia arsitektur dan properti Indonesia dengan menjadi award partner di Hubexo Asia Award 2025. Foto/istimewa
Acara puncak Hubexo Asia Award 2025 menobatkan 10 Top Arsitek, 10 Top Developer Indonesia,sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi dan karya-karya terbaik yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sebagai bagian dari perayaan 20 tahun, acara ini juga menghadirkan Elite Awards—sebuah penghargaan istimewa yang diberikan kepada arsitek dan pengembang yang berhasil masuk dalam Top 10 sebanyak sepuluh kali atau lebih selama dua dekade terakhir. Penghargaan ini menjadi simbol atas dedikasi mereka yang konsisten dalam menjunjung tinggi kualitas, inovasi, serta kepemimpinan di industri.Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh CEO PT Propan Raya, Kris Rianto Adidarma, bersama perwakilan Hubexo.
“Kami bangga dapat kembali menjadi bagian dari Hubexo Asia Award. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Propan Raya untuk terus mendukung dunia arsitektur Indonesia, khususnya dalam mendorong lahirnya desain dan bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Kris Rianto Adidarma.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Yuwono Imanto, Direktur Propan Raya turut membawakan pemaparan mengenai perjalanan panjang Propan Raya dalam mendukung green architecture. Sejak tahun 2011, Propan secara konsisten mendukung bangunan hijau melalui Sayembara Arsitektur Nusantara yang berkolaborasi dengan Green Building Council Indonesia.
Selain itu, Propan juga telah konsisten memproduksi produk-produk cat waterbased ramah lingkungan yang aman, rendah emisi, serta cocok diaplikasikan untuk berbagai jenis bangunan, baik hunian, perkantoran, hingga fasilitas publik. Bentuk konsisten ini telah ditunjukkan Propan melalui sistem pengolahan limbah Alkindo Mitraraya, polymer plant and research center milik Propan yang menjadi percontohan di wilayah Tangerang. Tak hanya itu, Propan juga membangun Propan Dekorindo Raya, pabrik khusus waterbased sejak 2017 yang disebut state of the art waterbased plant in Asia Pacific.