Pola Perjalanan Masyarakat ASEAN Mulai Berubah



loading…

Tradisi mudik dan liburan kembali dinantikan sebagai salah satu musim mobilisasi terbesar, khususnya bagi lebih dari 260 juta umat Muslim di Asia Tenggara. Foto/istimewa

JAKARTA – Menjelang Hari Lebaran 2026, tradisi mudik dan liburan kembali dinantikan sebagai salah satu musim mobilisasi terbesar, khususnya bagi lebih dari 260 juta umat Muslim di Asia Tenggara.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sendiri memperkirakan total pergerakan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 50,60% dari total populasi, atau sekitar 143,91 juta orang.

Berdasarkan pola pemesanan untuk periode Lebaran pada 15–28 Maret 2026, AirAsia MOVE (MOVE) mengidentifikasi tiga tren yang menggambarkan perubahan cara masyarakat di kawasan Asean merencanakan perjalanan mereka sepanjang musim ini.

1. Pengguna semakin fleksibel dengan kombinasi maskapai dan tiket satu arah

Musim Lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan fleksibilitas dalam pengaturan penerbangan. Di platform MOVE yang menyediakan akses ke lebih dari 700 maskapai global, terlihat kecenderungan pengguna mengombinasikan maskapai berbeda untuk penerbangan pergi dan pulang.

Sebagian pengguna MOVE juga memilih mengamankan tiket satu arah terlebih dahulu, sementara jadwal kepulangan ditentukan kemudian. Pada periode Lebaran mendatang, hampir 300.000 kursi penerbangan tercatat terjual pada tiket satu arah, baik untuk maskapai berbiaya terjangkau maupun premium.

Pola ini mencerminkan dinamika rencana perjalanan keluarga, sekaligus upaya pengguna untuk menyiasati fluktuasi harga tiket pesawat pada musim libur.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *