Perkuat Partisipasi Kesehatan, IHDC Usung 9 Pilar Solusi



loading…

Foto: Doc. Istimewa

JAKARTA – Indonesia Health Development Center (IHDC) mengawali tahun 2026 dengan menyampaikan temuan bahwa persoalan mendasar sistem kesehatan Indonesia tidak semata terletak pada pembiayaan dan infrastruktur, melainkan pada lemahnya partisipasi kesehatan masyarakat yang bermakna dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan kesehatan.

Temuan tersebut disampaikan IHDC melalui hasil kajian ilmiah dan sintesis diskusi publik nasional bertajuk “Partisipasi Kesehatan sebagai Ideologi Kesehatan Bangsa”. Kajian ini menyoroti kesenjangan antara capaian administratif sistem kesehatan dengan realitas sosial di lapangan.

Untuk itulah, Indonesia Health Development Center (IHDC) menyampaikan hasil kajian ilmiah dan sintesis diskusi publik nasional bertajuk Partisipasi Kesehatan sebagai Ideologi Kesehatan Bangsa yang menyerukan 9 Pilar Solusi dan 5 Instrumen Penguatan Partisipasi Kesehatan Indonesia.

Adapun akar persoalan kesehatan Indonesia tidak semata terletak pada pembiayaan atau infrastruktur, melainkan pada lemahnya partisipasi kesehatan yang bermakna dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi sistem kesehatan.

Ketua Dewan Pembina IHDC Prof Nila F Moeloek dan Ketua tim kajian serta Direktur Eksekutif IHDC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi sepakat mengungkapkan, Indonesia telah mencapai cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lebih dari 95 persen, namun berbagai kajian independen menunjukkan capaian tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan keadilan akses, kualitas layanan, dan kepercayaan publik.

“Ketimpangan pemanfaatan layanan kesehatan masih nyata, baik antarwilayah, gender, status sosial ekonomi, penyandang disabilitas, hingga kelompok penyakit tertentu,” ucap Nila F. Moeloek dalam sebuah diskusi di kawasan Patra Kuningan, kemarin.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *