Perjuangan Hidup dan Mimpi Mewarnai Langkah Sembilan Finalis KDI Top 9



loading…

Sembilan finalis KDI Top 9 bersaing ketat. Foto: MNCTV

JAKARTA – Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2025 memasuki babak krusial. Setelah melewati audisi panjang dan persaingan ketat di setiap gerbang penilaian, sembilan peserta terbaik resmi melangkah ke babak Top 9, membawa cerita hidup yang penuh perjuangan ke panggung terbesar dangdut Tanah Air.

Bagi para finalis, panggung KDI bukan sekadar tempat bernyanyi. Ini adalah ruang pembuktian, tempat mimpi, doa keluarga, dan harapan masa depan dipertaruhkan.

Vizza dari Jember tumbuh dalam keterbatasan dan belajar bertahan sejak usia dini. Demi ibunya dan adik-adiknya, ia berjuang tanpa lelah, menjadikan setiap penampilannya sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian kepada keluarga.

Jordi asal Kampar harus hidup jauh dari orang tua. Kemandirian yang ia bangun sejak muda membentuk keteguhan langkahnya untuk membuktikan bahwa mimpi tidak pernah sia-sia.

Intan Putri dari Lampung tumbuh dari keluarga pekerja keras. Perjuangan sang ayah dan doa orang tua menjadi pijakan kuat baginya untuk melangkah dengan penuh keyakinan di setiap panggung.

Tama Alif, juga dari Lampung, membawa mimpi sederhana namun dalam, ingin melihat senyum bahagia ayah dan ibunya terwujud lewat keberhasilannya di KDI.

Sementara itu, Bela dari Mukomuko menyanyikan setiap lagu bukan untuk dirinya sendiri, melainkan demi masa depan adiknya. Raini dari Pekalongan tumbuh dalam kehangatan cinta ibu dan musik, menjadikan hubungan keluarga sebagai kekuatan utama dalam perjalanan mimpinya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *