
loading…
Menjalani puasa bagi penderita GERD sering kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Foto/Health Aid.
JAKARTA – Menjalani puasa bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Rasa perih di ulu hati, mual, dada terasa panas (heartburn), hingga tenggorokan terasa asam bisa muncul jika salah memilih menu sahur.
Perubahan pola makan dan jeda waktu yang panjang tanpa asupan juga dapat memicu produksi asam lambung menjadi tidak stabil.
Baca juga: Terry Putri Ungkap Beratnya Puasa di Amerika Serikat: Sulit Cari Halal hingga Tarawih Antar Kota
Namun, bukan berarti penderita GERD tidak bisa menjalani puasa dengan nyaman. Kunci utamanya terletak pada pemilihan makanan yang tepat, pengaturan porsi, serta kebiasaan setelah makan sahur.
Dengan strategi yang benar, risiko asam lambung naik bisa diminimalkan sehingga tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.