Menyalakan Harapan, Memperkuat Karakter Anak-anak Indonesia



loading…

Tawa, semangat, dan keberanian mewarnai perjalanan 31 remaja panti asuhan yang menjalani program Outward Bound Indonesia (OBI) Masa Depan Cerah. Foto/istimewa

JAKARTA – Tawa, semangat, dan keberanian mewarnai perjalanan 31 remaja panti asuhan yang menjalani program Outward Bound® Indonesia (OBI) Masa Depan Cerah di alam terbuka Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Selama enam hari, para remaja berusia 14-18 tahun tersebut diperkaya dengan pengalaman yang tak hanya menguji fisik, tetapi juga membentuk karakter, mental, dan rasa percaya diri.

Program OBI Masa Depan Cerah sendiri merupakan pelatihan karakter gratis pertama yang digelar OBI khusus bagi anak-anak panti asuhan. Kegiatan yang digelar di OBI Eco Campus di Jatiluhur ini salah satunya disponsori oleh Program Bakti BCA dari Bank BCA.

Direktur Eksekutif OBI Neil Laksmana Kusumowidagdo menjelaskan bahwa program OBI Masa Depan Cerah dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar anak-anak panti asuhan akan figur panutan dan ruang pembelajaran karakter yang nyata.

“Kami melihat banyak anak panti asuhan, khususnya anak yatim, tumbuh tanpa figur role model yang bisa menjadi panutan. Karena itu, di setiap kelompok kami tempatkan mentor yang hadir bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai role model. Tujuan kami adalah membangun karakter mereka agar lebih tangguh, kreatif, dan resilient,” jelas Neil.

Selama program yang berlangsung dari Senin hingga Sabtu, 5-10 Januari 2026, para peserta yang berasal dari Bekasi dan Jakarta itu dibagi ke dalam tiga kelompok kecil, masing-masing didampingi oleh tiga mentor.

Mereka menjalani beragam aktivitas menantang, mulai dari high rope meniti tali dari pohon ke pohon, hiking dan eksplorasi alam, hingga canoe orienteering di Waduk Jatiluhur. Peserta juga dilatih hidup mandiri dengan membuat tenda sendiri, memasak sendiri, mengemas perlengkapan, hingga berbagi cerita dan refleksi bersama.

Anak-anak juga dilatih membaca peta dan mencari titik koordinat menggunakan kompas yang sebelumnya telah dipelajari. Selama melakukan penjelajahan darat mereka juga membawa ransel seberat 10–15 kilogram berisi tenda, alat masak, dan bahan makanan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *