
loading…
Menyambut perayaan Chinese New Year 2026, brand fashion batik kontemporer Debz menghadirkan koleksi terbarunya, lanjutan dari koleksi NusaZen. Foto/istimewa
Di bawah arahan desainer Debby Fauziyanto, Debz memamerkan koleksinya di acara Preview & Mini Trunk Show Koleksi CNY 2026 yang diselenggarakan secara eksklusif di Sarinah Thamrin, Jakarta. Koleksi ini tetap
konsisten menggunakan batik sebagai Identitas utama yang dirancang dengan pendekatan kontemporer dan relevan secara global.
Temannya itu memang kita sudah ada seperti sebelumnya, harajuku style, jadi memang tahun ini kita lebih ke yang simple. Kita bikin desain, khususnya sisa-sisa batik dan selalu mengkombinasikan batik dengan ciri Nusantara juga ya,” kata Debby Fauziyanto.
Sejak berdiri pada tahun 2015, Debby—lulusan Fashion Design & Merchandising Marketing dari San Francisco—telah membangun reputasi kuat di industri mode nasional dan internasional.
Penghargaan Best Designer pada ajang Australian Supermodel of the Year (ASOTY) 2023 menjadi penegasan atas dedikasinya dalam mengangkat wastra nusantara ke panggung dunia. Karya-karyanya telah ditampilkan dalam berbagai fashion presentation dan trunk show di Jakarta, Bali, Singapura, hingga Australia.
Melalui koleksi Chinese New Year 2026 by Debz, koleksinya ini mengusung tema Red Reverie, menampilkan perpaduan look edgy dan feminine dengan sentuhan Harajuku yang subtil serta elemen tradisional sebagai fondasi desain. Nuansa Harajuku diaplikasikan secara halus melalui pendekatan styling dan attitude, melengkapi karakter urban modern tanpa menggeser esensi budaya perayaan Imlek.