Kiat Menyambut Rezeki di Tahun Kuda, Dwi Sutarjantono Manfaatkan Hipnoterapi



loading…

Setiap pergantian tahun selalu membawa harapan baru, termasuk di Tahun Kuda, di mana harapan itu hadir bersama satu kata kunci: percepatan. Foto/istimewa

JAKARTA – Setiap pergantian tahun selalu membawa harapan baru, termasuk di Tahun Kuda, di mana harapan itu hadir bersama satu kata kunci: percepatan.

Ya, ritme hidup menjadi lebih cepat, peluang datang silih berganti dan tuntutan untuk bergerak terasa lebih kuat dari sebelumnya. Tahun ini bukan tentang menunggu, tetapi tentang kesiapan. Namun, masalahnya tidak semua orang siap secara mental. Banyak yang sibuk mengejar peluang, tetapi lupa menyiapkan ruang di dalam dirinya sendiri. Padahal, dalam praktik psikologi modern dan hipnoterapi, rezeki sering kali bukan berhenti karena dunia pelit, melainkan karena pikiran belum siap menerimanya.

Bagi sebagian orang, rezeki terasa selalu dekat namun tak kunjung menetap. Datang sebentar, lalu pergi. Kesempatan muncul, tetapi ragu diambil. Tawaran ada, tetapi ditunda. Bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena ada “program lama” di balik layar pikiran: rasa tidak pantas, takut gagal, atau justru takut berhasil.

Di sinilah pendekatan mind programming menemukan relevansinya. Dwi Sutarjantono, mind programmer dan praktisi hipnoterapi, memandang pikiran manusia seperti sebuah sistem operasi. Selama program lama masih berjalan, hasil hidup akan terus berulang—tak peduli seberapa keras usaha dilakukan.

“Banyak orang bekerja keras, tapi secara bawah sadar justru menarik remnya sendiri,” kata Dwi.

“Bukan karena malas, melainkan pikiran mereka belum merasa aman untuk melangkah lebih jauh,” ujar dia lagi.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *