
loading…
Festival Budaya Lembah Baliem merupakan agenda tourist destination dan menjadi tanda perayaan 100 Hari Kerja Bupati Kabupaten Jayawijaya serta HUT ke-80 RI. Foto/istimewa
Pasalnya, sejak perayaan ini dimulai pada 1989, FBLB ditujukan sebagai wahana untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Lembah Baliem dari generasi tua kepada anak muda maupun sebagai ajang pertunjukan bagi wisatawan. Geographically, Lembah Baliem is the heart of Tanah Papua yang sering menjadi pusat kebudayaan dan keberagaman.
Tahun ini, acara yang berlangsung di Distrik Usilimo, sekira 30 menit berkendaraan ke arah barat dari Kota Wamena, akan mengangkat tema “Budaya Saya, Warisan Saya, Dari Jayawijaya Untuk Dunia”.
“Festival Budaya Lembah Baliem menjadi ikonik bagi turis domestik maupun mancanegara karena memiliki karakteristik yang unik, mengesankan, mengharukan, dan juga mendebarkan hati karena ada penampilan perang-perangan (perang tiruan). Hal ini, peragaan budaya yang unik dan antik pada abad milenial ketika banyak orang terkosentrasi pada modernitas, membuat FBLB selalu memiliki kesan dan daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjuk sekaligus memperkaya khasanah budaya bangsa Indonesia di kanca internasional,” tutur Bupati Kabupaten Jayawijaya Atenius Murip.
Bahkan, FBLB menjadi salah satu event festival tertua di Indonesia dan masuk TOP 10 Karisma Event Nusantara (KEN), seperti Cap Go Meh Singkawang (Kalimantan Barat), Pesta Kesenian Bali (Bali) dan Semasa Piknik (DKI Jakarta).