
loading…
Acara Clinical Milestone: Paparan Perjalanan 500 Kidney Transplant di Siloam ASRI pada Sabtu (14/2/2026). Foto: Mei Sada Sirait
Namun Indonesia masih menghadapi satu persoalan besar yaitu minimnya jumlah donor organ dan belum adanya sistem nasional yang terintegrasi. Menurut para dokter, tantangan terbesar transplantasi ginjal saat ini bukan lagi soal teknik operasi, melainkan ketersediaan donor yang adil, transparan, dan berkelanjutan.
Dokter Spesialis Urologi, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid menyebut bahwa Indonesia sudah saatnya memiliki lembaga khusus yang mengatur donor organ secara nasional yang terpisah dari rumah sakit.
Baca Juga : Mitos Transplantasi Ginjal Beredar di Masyarakat, Ini Faktanya
“Kalau transplantasi, tantangan terbesarnya itu donornya yang kurang. Harusnya ada badan yang dibikin oleh negara, namanya Organ Donation Organization,” ujarnya seusai acara Clinical Milestone: Paparan Perjalanan 500 Kidney Transplant di Siloam ASRI pada Sabtu (14/2/2026).
Ia menegaskan, lembaga tersebut seharusnya bekerja seperti Palang Merah Indonesia (PMI) pada donor darah. Di mana masyarakat yang ingin mendonorkan organ (baik saat hidup maupun setelah meninggal), mendaftarkan diri secara sukarela sehingga data donor dapat diakses secara transparan saat dibutuhkan.