
loading…
Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan Film horor. Kali ini lewat Aku Harus Mati. Namun, kisahnya bukan horor biasa. Foto/istimewa
Mengangkat isu sosial yang sangat dekat dengan realita masyarakat urban saat ini, film ini yang dproduseri Eksekutif Produser Irsan Yapto dan Nadya Yapto ini menawarkan kengerian yang tidak sekadar teror kasat mata, melainkan gelapnya ambisi manusia demi validasi sosial.
“Aku Harus Mati adalah film horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan manusia modern jaman sekarang fenomena Jual Jiwa Demi Harta, banyak masyarakat modern sekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol, paylater, dan lain-lain,” kata Eksekutif Produser Irsan Yapto.
Cerita yang ditulis oleh Aroe Ama ini mengikuti perjalanan Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik. Demi mengejar kemewahan semu, Mala terjerumus dalam lingkaran setan hutang pinjaman online (pinjol) dan paylater yang melilit
hidupnya.
Dalam keputusasaan untuk menemukan kembali jati dirinya, Mala memutuskan pulang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia kembali bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi
(Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron), pemilik panti yang sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri.