
loading…
Alya membantu Nisa berkemas dan memberikan earphone yang bisa dilacak karena headphone Nisa rusak. Foto/MNC Media
Alya kemudian teringat akan insiden yang menimpa Devan. Ia yakin kalau sakit hati Cakra yang membuat ia nekat mencelakai Devan, ditambah lagi ada pematik api yang diduga milik Cakra tertinggal di TKP. Alya dan Devan lalu mengkonfrontasi Cakra soal alat pemantik dengan gambar tengkorak yang ditemukan di lokasi kecelakaan Devan.
Cakra tampak siap dan menunjukkan bahwa ia masih memiliki alat pemantik serupa, menggoyahkan tuduhan terhadapnya.
Sementara rombongan Nisa berhenti di sebuah area restoran, Nisa yang mencoba menghubungi Dara, tanpa disadar Dara merasa senang dengan cerita perjalanan Nisa. Nisa pun mencoba menghubungi Alya tapi tidak kunjung mendapat jawaban karena Alya sedang sibuk mengurus Devan yang belum pulih.