
loading…
Agoye Mahendra pada peluncuran dan nobar sinetron AIRA. Foto: MNC Pictures
Menurut Agoye, AIRA menyoroti bagaimana korban kekerasan seksual kerap menghadapi tekanan berlapis setelah peristiwa traumatis terjadi. Bukan hanya luka personal, tetapi juga stigma, hujatan, hingga pertanyaan menyudutkan dari lingkungan sekitar.
“Isu yang diangkat sangat dekat dengan dunia sekarang. Bukan soal kejadian kekerasannya saja, tetapi bagaimana korban ini ke depannya, apakah hanya mendapat hujatan dan pertanyaan yang menyalahkan, atau justru empati dari masyarakat,” ujar Agoye Mahendra.
Baca Juga : Syukuran dan Nobar Tayangan Perdana Sinetron AIRA Digelar Meriah
Ia menilai, dalam banyak kasus korban justru dipertanyakan dan disudutkan, alih-alih dilindungi. Hal inilah yang coba diangkat melalui karakter Aira, seorang perempuan muda yang berusaha bertahan di tengah tekanan psikologis dan sosial yang berat.