4,8 Persen Anak Alami Depresi, Ini 5 Gejala yang Perlu Diwaspadai Orang Tua



loading…

Depresi pada anak susah dikenali karena mereka belum bisa mengekspresikan perasaannya. Foto: Istimewa

JAKARTA – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).

Kondisi ini ditemukan pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026. Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi gejala kecemasan dan depresi dalam jumlah signifikan.

Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Sayangnya, kondisi ini sering kali sulit dikenali karena anak belum mampu mengekspresikan perasaannya dengan jelas. Jika tidak ditangani dengan tepat, depresi pada anak dapat memengaruhi perkembangan emosional, sosial, hingga prestasi akademik mereka.

Baca Juga : Waduh! Lebih dari 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi

Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Sayangnya, kondisi ini sering kali sulit dikenali karena anak belum mampu mengekspresikan perasaannyaOleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda depresi sejak dini.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *