
loading…
Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025. FOTO/dok.SindoNews
“Secara tahunan, ULN Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 0,2 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 0,5 persen (yoy), dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
Menurut Ramdan, posisi ULN pemerintah menurun. Pada November 2025 posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD209,8 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar USD210,5 miliar.
Baca Juga: Utang Indonesia Diprediksi Tembus Rp9.645 Triliun, Risiko Gagal Bayar Mengintai di 2026
Secara tahunan, pertumbuhan ULN pemerintah melambat dari 4,7 persen (yoy) pada Oktober 2025 menjadi 3,3 persen (yoy) pada bulan November 2025. Perkembangan posisi ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh pergerakan kepemilikan surat berharga negara seiring dengan tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.