
loading…
Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (15/9/2025). FOTO/Antara/dok.SindoNews
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan pelemahan rupiah tak lepas dari meningkatnya tensi geopolitik global. Ukraina dilaporkan memperluas serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia, termasuk terminal ekspor terbesar Primorsk dan kilang utama Kirishinefteorgsintez.
“Serangan tersebut berpotensi menghentikan produksi minyak Rusia dalam jumlah besar dan dapat mengganggu pasokan ke pasar utama Moskow, yakni India dan China,” ujar Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: Gelontorkan Dana Rp200 Triliun ke Bank BUMN, Ini Efeknya ke Rupiah
Situasi geopolitik semakin pelik setelah Moskow mengisyaratkan perundingan gencatan senjata dengan Ukraina terhenti. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) berupaya meredakan perang tetapi di sisi lain juga mendorong penerapan tarif perdagangan lebih tinggi terhadap Tiongkok dan India bersama negara-negara G7.