
loading…
Ekonom meminta masyarakat untuk tetap tenang dan memahami mekanisme cadangan energi tersebut, ketika stok BBN Nasional berada di level 20 hari. Foto/Dok
Menurut Tauhid, angka stok 20 hari bukan berarti pasokan BBM akan benar-benar habis total setelah periode tersebut berakhir. Angka itu merupakan indikator Cadangan Operasional BBM yang terus berputar dan diperbarui setiap harinya.
“Pencadangan itu adalah soal seberapa jauh Pemerintah dan Pertamina memiliki kemampuan finansial untuk menyetok. Bukan berarti setelah 20 hari BBM habis, karena Pertamina terus melakukan langkah penstabilan pasokan secara berkesinambungan,” ujar Tauhid di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Gawat! Cadangan BBM Indonesia hanya Mampu Bertahan 26 Hari
Level cadangan BBM tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam laporan bulan Desember 2025, misalnya, Menteri ESDM menyebut sebagian besar jenis BBM di Indonesia berada di atas standar minimum cadangan yang ditetapkan. Contohnya sekitar 19–31 hari untuk berbagai produk BBM tertentu.
https://www.youtube.com/watch?v=oV9x3gaj
Sedangkan Peraturan BPH Migas Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penyediaan Cadangan Operasional Bahan Bakar Minyak, menyebut, bahwa Pemegang Izin Usaha wajib menyediakan Cadangan Operasional BBM dengan cakupan waktu paling singkat selama 23 hari.