
loading…
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. FOTO/Reuters
“Serangan ini merupakan titik balik. Dunia telah melihat siapa yang benar-benar menjaga kedaulatan dan siapa yang melanggarnya,” ujar Pezeshkian saat memimpin pertemuan strategis di Teheran, Selasa (24/6), yang dihadiri perwakilan negara-negara BRICS, dikutip dari Watcher Guru.
AS sebelumnya melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran di Isfahan, Natanz, dan Fordow. Tindakan ini memicu kecaman keras dari sejumlah negara, termasuk Rusia dan China. Menurut Iran, BRICS kini menunjukkan persatuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menghadapi tekanan Barat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut serangan AS sebagai penghancuran diplomasi. Menanggapi desakan Barat agar Iran kembali ke meja perundingan, ia mempertanyakan, “Bagaimana kami kembali ke sesuatu yang tidak pernah kami tinggalkan?”
Araghchi menegaskan AS dan Israel telah melewati “garis merah besar” dengan menyerang situs-situs nuklir Iran, yang melanggar hukum internasional. “Kecaman Rusia yang tegas memperlihatkan kohesi BRICS saat ini,” kata dia, dalam konferensi pers di Istanbul.