
loading…
Nilai tukar rupiah memang tengah berada dalam tekanan berat hingga Rp17.000 per dolar AS, namun masih jauh lebih tangguh dibandingkan rekan-rekannya di kawasan Asia. Foto/Dok
Berdasarkan data Bloomberg, meskipun rupiah melemah, tingkat depresiasinya tercatat jauh lebih rendah daripada Won Korea Selatan (Korsel) dan Peso Filipina di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Tekanan terhadap rupiah dinilai masih relatif terbatas dibandingkan sejumlah mata uang negara di kawasan Asia.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Data menunjukkan pelemahan rupiah sepanjang Maret tercatat sekitar 1,09%. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan won Korea Selatan dan peso Filipina yang masing-masing tertekan hingga 3,62% pada periode yang sama.
Tekanan terhadap mata uang negara-negara dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar global terhadap lonjakan harga minyak akibat eskalasi geopolitik. Korea Selatan misalnya, selama ini dikenal memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi, terutama minyak.