
loading…
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (3/2/2026). FOTO/dok.SindoNews
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran “serius berbicara” dengan Washington, diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan nuklir pada hari Jumat di Turki, kata para pejabat dari kedua pihak kepada Reuters pada hari Senin, dan Trump memperingatkan bahwa dengan kapal perang besar AS yang menuju Iran, hal-hal buruk dapat terjadi jika kesepakatan tidak tercapai.
“Pembicaraan dengan AS harus dilanjutkan untuk mengamankan kepentingan nasional Iran selama ‘ancaman dan harapan yang tidak masuk akal’ dihindari, kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian di X pada hari Selasa,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: IHSG Melonjak 2,52% Hari Ini, Parkir di Level 8.122
Di bidang perdagangan, Trump pada hari Senin mengumumkan kesepakatan dengan India yang memangkas tarif AS atas barang-barang India menjadi 18% dari 50% sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia oleh India dan penurunan hambatan perdagangan.