Produksi Batu Bara Dipangkas, Setoran ke Negara Terancam?



loading…

Kementerian ESDM memastikan pemangkasan produksi batubara dan nikel pada tahun 2026 tidak memperngaruhi penerimaan negara. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno memastikan pemangkasan produksi batubara dan nikel pada tahun 2026 tidak pengaruhi faktor penerimaan negara.

Kementerian ESDM sendiri menetapkan kuota produksi batu bara nasional pada tahun 2026 sekitar 600 juta ton. Sementara untuk komoditas nikel produksinya hanya terbatas diangka 250-260 juta ton pada tahun ini..

“Memang logikanya kalau pemangkasan produksi, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) tidak tercapai. Tetapi ada beberapa hal yang bisa kita optimalkan terkait harga yang akan naik dari komoditas tersebut,” ujarnya saat ditemui di Kawasan Senayan, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: ESDM: 300 Perusahaan Batu Bara Belum Ajukan RKAB Produksi 2026

Menurutnya dengan pemangkasan produksi nikel dan batubara, akan mengatasi permasalahan over supply global kedua komoditas tersebut. Kondisi inilah yang diyakini membuat harga batu bara dan nikel tertekan beberapa waktu belakangan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *