Prancis Darurat BBM, 18% SPBU Lumpuh di Tengah Pembatasan Harga



loading…

Krisis energi yang melanda Prancis kian mengkhawatirkan. Hampir seperlima atau sekitar 18% stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di seluruh negeri dilaporkan kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar. Foto/Dok

JAKARTAKrisis energi yang melanda Prancis kian mengkhawatirkan. Hampir seperlima atau sekitar 18% stasiun pengisian bahan bakar ( SPBU ) di seluruh negeri dilaporkan kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar per Selasa (7/4/2026).

Fenomena ini terjadi setelah kebijakan pembatasan harga memicu lonjakan permintaan yang tidak terkendali di tengah disrupsi pasokan minyak dunia. Menteri Energi Prancis, Maud Bregeon mengungkapkan bahwa situasi terparah terjadi pada jaringan SPBU milik raksasa energi TotalEnergies.

Kebijakan perusahaan yang mematok harga di bawah harga pasar justru menjadi bumerang yang menguras stok dalam waktu singkat. TotalEnergies mempertahankan batas harga sebesar 1,99 euro (atau sekitar Rp34.600) per liter untuk bensin di sepanjang April.

Baca Juga: Uni Eropa Disebut Terlambat 15 Tahun buat Hadapi Kiamat Energi

Namun untuk diesel, perusahaan terpaksa menaikkan batas harga menjadi 2,25 euro (setara Rp39.150) per liter guna mendekati harga pasar yang terus meroket. Kenaikan harga ini memicu antrean panjang di berbagai penjuru Prancis.

https://www.youtube.com/watch?v=lYP3NLY

“Lalu lintas di jaringan kami meningkat tajam sejak pertengahan Maret. Hal ini menyebabkan ketegangan pasokan lokal, terutama untuk diesel,” tulis pernyataan resmi Total.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *