
loading…
Novo Nordisk mencatat awal yang menjanjikan dalam peluncuran obat penurun berat badan Wegovy versi pil di AS. FOTO/Ist
“Wegovy pil mencatat 18.410 resep di AS pada pekan penuh pertama yang berakhir 16 Januari 2026,” demikian laporan Reuters mengutip data dari lembaga riset kesehatan IQVIA.
Baca Juga: Selama 2025, Pengawasan Obat dan Makanan Cegah Potensi Kerugian Ekonomi Rp49,8 Triliun
Capaian ini dinilai sebagai adopsi awal yang sangat kuat (robust early uptake), melampaui tren peluncuran beberapa obat suntik berbasis hormon GLP-1 sebelumnya. Sebagai perbandingan, hanya dalam empat hari pertama peluncurannya pada 5 Januari, obat ini telah mengantongi 3.071 resep.
Keberhasilan ini didorong oleh strategi harga kompetitif yang menyasar segmen pasien pembayar mandiri (self-pay), mengingat skema asuransi di AS belum mencakup luas obat obesitas. Novo Nordisk menawarkan dosis awal 1,5 mg dan 4 mg seharga USD149 per bulan, sementara dosis pemeliharaan tinggi dibanderol USD299 per bulan. Aksesibilitas pun diperluas melalui jaringan apotek fisik seperti CVS dan Costco hingga platform telehealth digital seperti Ro dan GoodRx.Sentimen positif dari data resep tersebut langsung direspons hijau oleh lantai bursa pada pertengahan Januari 2026.
Saham Novo Nordisk di Denmark melonjak sekitar 6,5 persen mencapai level tertinggi sejak September lalu. Para investor melihat momentum ini sebagai peluang besar bagi perusahaan untuk mengembalikan tren pertumbuhan di bawah kepemimpinan CEO baru yang menjabat sejak tahun lalu.Di sisi lain, kehadiran pil Wegovy memberikan tekanan bagi kompetitor utamanya, Eli Lilly, yang saat ini masih menunggu keputusan FDA terkait pil obesitas eksperimental mereka, orforglipron.