
loading…
Phillip Trading Symposium sukses mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri derivatif dalam forum tahunan bertema Commodities, Capital, Connectivity: Indonesia’s Triple Advantage. FOTO/dok.SindoNews
Forum ini tidak hanya menghadirkan pemimpin industri, regulator, dan investor, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai instrumen derivatif serta teknologi pendukungnya. Simposium diharapkan memperkuat kolaborasi antara trader, broker, bursa, regulator, hingga penyedia teknologi.
Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara, antara lain CEO Phillip Nova Teyu Che Chern, ekonom ASEAN UOB Group Enrico Tanuwidjaja, Founder Jacaranda Capital Partners Sean Mulhearn, Group CEO ICDX Megain Widjaja, CEO Bursa Berjangka Jakarta (JFX) Yazid Kanca Surya, serta perwakilan bursa internasional dari CME Group, ICE Futures Singapore, Osaka Exchange, CQG, SGX, dan IDX.
Director Marketing & Sales Channel Phillip Nova, Fanti Apriliana Dwi, menegaskan potensi besar Indonesia dalam perdagangan berjangka, terutama berbasis komoditas. “Dengan komoditas melimpah, modal berkembang, dan konektivitas yang semakin kuat, Indonesia siap menjadi pemain penting di panggung global. Instrumen futures dapat membantu pelaku usaha mengelola risiko dan mendorong pertumbuhan bisnis,” kata dia dalam pernyataannya, Selasa (16/9).