
loading…
PHE ONWJ mengirim struktur atas Anjungan OOA berbobot 530 metrik ton dari fasilitas fabrikasi di Pulau Bintan. FOTO/dok.SindoNews
Anjungan OOA akan dirakit dan dihubungkan melalui pipa penyalur bawah laut berdiameter 12 inci sepanjang 14 kilometer ke fasilitas pemrosesan darat (Onshore Processing Facility/OPF) Balongan, Indramayu. Pipa akan ditanam hingga kedalaman dua meter di bawah dasar laut (seabed), sesuai ketentuan pemerintah.
Proyek OO-OX mencakup pembangunan empat sumur pengembangan (OOA-1 hingga OOA-4) dan ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal pertama 2026. Diperkirakan, tambahan produksi dari lapangan ini mencapai 2.996 barel minyak per hari (BOPD) dan 21,26 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Baca Juga: PHE ONWJ Lestarikan Ekosistem Pesisir Lewat Program Berkelanjutan
Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, menyatakan keberadaan Anjungan OOA akan mendukung target peningkatan produksi migas nasional. “Ini bagian dari upaya kami dalam mendukung swasembada energi, sejalan dengan program Asta Cita Presiden,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (25/6).