
loading…
Jaringan infrastruktur Subholding Gas yang mencakup lebih dari 34.000 km jaringan pipa, 16 SPBG & MRU, serta 3 terminal LNG juga dipastikan beroperasi secara optimal. Foto/Dok
Jaringan infrastruktur Subholding Gas yang mencakup lebih dari 34.000 km jaringan pipa, 16 SPBG & MRU, serta 3 terminal LNG juga dipastikan beroperasi secara optimal. Sehingga, penyaluran gas bumi di seluruh wilayah operasi Subholding Gas Group pun dapat berjalan dengan lancar.
Satgas Nataru PGN aktif sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026, dan berkoordinasi dengan Satgas Nataru Holding Migas Pertamina serta Posko Bersama Kementerian ESDM. Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman menyampaikan, bahwa Subholding Gas menyiapkan berbagai langkah pengamanan operasi, termasuk penguatan aspek HSSE, sehingga kebutuhan gas bumi pelanggan dapat terpenuhi dengan baik.
Baca Juga: Gas Bumi Mengalir di Raindear Coffee, Sajikan Aneka Hidangan Mengenyangkan dengan Cita Rasa Premium yang Konsisten
“Tim Penanganan Gangguan (TPG) kami siagakan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, didukung pemantauan tekanan jaringan secara realtime dan patroli berkala di seluruh fasilitas operasi,” ujarnya.
Penyaluran Bahan Bakar Gas (BBG) pada periode Nataru 2025 diproyeksikan mencapai angka 24.500 LSP, atau meningkat rata-rata sekitar 34% dibandingkan periode Nataru 2024. “Posko Satgas di seluruh area operasi Subholding Gas Group siap bersiaga memberikan layanan terbaik untuk seluruh pelanggan dengan sepenuh hati,” tegasnya.