Petani Bawang Brebes Mengeluhkan Masuknya Bawang Bombai Mini Tanpa Izin



loading…

Sejumlah petani bawang merah di wilayah Pantura mengeluhkan masuknya bawang bombai mini di pasaran. Foto/Dok

JAKARTA – Sejumlah petani bawang merah di wilayah Pantura mengeluhkan masuknya bawang bombai mini di pasaran. Petani menyebut keberadaan bawang bombai mini merusak harga bawang lokal. Salah seorang petani sekaligus pedagang bawang, Muhamad Soleh (51), mengatakan belakangan ada serbuan bawang impor jenis bombai kecil yang beredar di pasaran.

Secara fisik, bentuknya sangat mirip bawang merah lokal dan dijual dengan harga sangat murah. Dikatakan bawang bombai mini merusak harga pasaran produk lokal. Dia mengungkapkan, sebelum masuk bawang impor tersebut harga bawang merah di tingkat petani Rp 32 ribu per kg. Harga produk lokal kemudian turun menjadi Rp 26 ribu per kg.

“Banyak beredar sampai ke Kendal, di sana banyak ditemukan bombai mini. Harganya murah. Dampaknya, harga bawang merah kemarin di petani di angka Rp 32 ribu langsung turun di Rp 26 ribu per kg,” ungkap Soleh saat acara diskusi bersama Kementan di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Brebes.

Baca Juga: Delegasi 20 Negara Kunjungi Bandung, Pelajari Inovasi Budidaya Bawang Merah

Sebagai petani, Soleh meminta agar ada tindakan tegas dalam masuknya bawang impor ilegal ini. Terutama pihak importir bawang bombai mini agar dikenai sanksi pidana.

“Kami minta negara membuat regulasi dan bersikap tegas. Kalau memang impor tidak sesuai aturan, tindak saja. Ini jelas pidana bukan delik aduan, ini pidana murni. Sebagai petani bawang merah, kami minta benar benar ada penegakan hukum atas beredarnya bawang ilegal,” tuturnya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *