Pengecualian Sanksi AS, India Banjir Minyak Rusia Melonjak 90%



loading…

Kebijakan AS mencabut sementara sanksi minyak terhadap Rusia memicu lonjakan impor oleh India pada Maret 2026. FOTO/dok.SindoNews

NEW YORK – Kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Trump yang mencabut sementara sanksi minyak terhadap Rusia memicu lonjakan impor minyak mentah oleh India hingga 90% pada Maret 2026. Langkah yang diambil Washington untuk meredam harga energi global akibat ketegangan di Timur Tengah tersebut justru dinilai menguntungkan Moskow dengan tambahan pendapatan miliaran dolar.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan global. “Keputusan ini akan memungkinkan minyak terus mengalir ke pasar internasional dan kami akan memanfaatkan barel Iran untuk menekan harga,” ujar Bessent.

Baca Juga: Tak Ada Pilihan Lain, Negara-negara Asia Berebut Minyak dari Rusia

Lonjakan impor India terjadi setelah Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS (OFAC) menerbitkan lisensi 30 hari pada 5 Maret lalu. Izin tersebut memungkinkan penyulingan di India membeli minyak mentah Rusia yang telah dimuat di kapal, yang kemudian diperluas melalui Lisensi Umum 134 bagi pembeli global lainnya.

Kebijakan ini justru memberi kekuatan baru bagi Rusia di pasar energi. Berdasarkan data Bloomberg, penyulingan India menyepakati pembelian 60 juta barel minyak Rusia untuk pengiriman April dengan premi sebesar 5 USD hingga 15 USD per barel di atas harga Brent.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *