
loading…
Kegiatan Pembuatan Biochar Dari Tandan Kosong Sebagai Pembenah Tanah dan Produk Bernilai Ekonomis Skala UKMK di Desa Trimulya Jaya, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. FOTO/dok.SindoNews
Hal tersebut disampaikan Analisis Senior Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Anwar Sadat dalam acara Praktik Pembuatan Biochar Dari Tandan Kosong Sebagai Pembenah Tanah dan Produk Bernilai Ekonomis Skala UKMK di Desa Trimulya Jaya, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi petani karena memberikan solusi menjawab tantangan di perkebunan kelapa sawit, yakni biaya produksi yang semakin meningkat terutama pengadaan pupuk dan produktivitas kebun yang stagnan,” kata Anwar dalam pernyataannya, Sabtu (26/7).
Baca Juga: Petani Sawit Rokan Hulu Pelatihan Bikin Biochar, Alternatif Pupuk Organik
Anwar berharap biochar dapat dibuat langsung oleh petani dengan implementasi yang sesuai, sehingga kondisi tanah kebun kelapa sawit semakin bagus dan penyerapan pupuk menjadi lebih baik. Ia memperkirakan sekitar 40 juta ton tankos dapat dimanfaatkan setiap harinya di Indonesia, menunjukkan potensi bahan baku yang sangat besar.
“Ini juga peluang usaha bagi petani yang dapat memproduksi biochar skala UKMK. Artinya ada nilai ekonomis dari produk tersebut, sehingga kebun kelapa sawit berkelanjutan dan petani semakin sejahtera dengan penghasilan alternatif lain,” tambahnya.